Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) produksi dalam negeri kini
mulai diminati negara-negara luar negeri. Salah satu produsen dalam
negeri paling dilirik adalah PT Pindad (Persero).
Menurut Kepala
Sekretaris Perusahaan PT Pindad, Iwan Kusdiana, PT Pindad memproduksi
sejumlah peralatan, di antaranya senjata, munisi, dan panser. Salah satu
paling diminati selain senjata, adalah Panser Anoa.
Iwan
menjelaskan, Panser Anoa buatan PT Pindad ini dibuat dengan mesin
automatic. "Ini sudah matic. Jadi seperti kita mengendarai Honda Jazz
atau lainnya posisi di D itu dia sudah jalan sendiri. Mesinnya kita
pakai Renault, transmisinya ZR, sehingga bisa dikendarai dengan sistem
otomatis," kata Iwan di PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, Selasa 16
Oktober 2012.
Cuma bedanya, lanjut Iwan, bagaimana pun juga
Panser Anoa merupakan kendaraan tempur, di mana saat melaju di
medan-medan yang sangat extrem seperti di lumpur atau lainnya, maka
tidak direkomendasikan di posisi D. "Kita rekomen posisi 1 atau 2 untuk
menyeimbangkan dengan medannya," kata dia.
Iwan menjelaskan,
mesin matic Panser Anoa bisa diatur dalam posisi full otomatis atau
dibatasi gigi otomatisnya. "Jadi kalau di lokasi extrem dia bisa main di
posisi 1 atau posisi 2, tidak perlu diatur sampai full otomatis," ujar dia.
Menurutnya,
negara-negara luar memang menunjukkan ketertarikannya terhadap Panser
Anoa ini. Dan PT Pindad juga akan melakukan kustomisasi sesuai
permintaan negara berminat. "Misalnya Filipina, dia minta mesinnya pakai
mesin Mercy. Jadi kita sesuaikan permintaan dia," kata dia.
Meski
begitu, Iwan mengakui, belum ada satu negara pun yang sudah deal untuk
membeli alutsista buatan PT Pindad, khususnya Panser Anoa. Semua masih
dalam tahap penjajakan.
"Belum ada deal. Yang sudah ada deal itu
cuma dari dalam negeri. Negara luar yang sudah penjajakan, itu Malaysia,
kemarin dia minta 31 Panser Anoa. Brunei Darussalam 10 buah. Ada juga
dari Irak. Kalau fix, nanti ada kontrak pembelian," ujar Iwan.
Anoa Paling Laris
Panser
Anoa menjadi produksi PT Pindad yang paling laris terjual. Meski,
pembelinya masih dalam negeri, seperti TNI dan Polri. Bahkan, karena
Anoa ini, penjualan PT Pindad menjadi melambung. "Secara penjualan
sedikit, tapi omzetnya besar. Kita sampai 2008, ada omzet Rp1,13
triliun. Karena itu penjualan PT Pindad didongkrak oleh penjualan Anoa,"
ujar Iwan.
"Itu omzet dalam negeri saja. Karena harga untuk luar negeri itu beda," ujarnya.
Pada
tahun 2008, dia menambahkan, TNI memesan 154 buah Panser Anoa berbagai
tipe. Untuk tahun 2011 TNI memesan 11 Panser Anoa tipe APC. "Tahun ini
pesan 61 unit," kata dia.
"Tipe Anoa itu ada tipe APC, Ambulan,
Recovery, Logistik, Amunisi. Itu sudah tersebar di berbagai Kodam.
Siliwangi, Makassar, Timika, dan lain-lain," ujarnya.
Iwan
menjelaskan, Panser Anoa memang digunakan untuk pengamanan juga.
"Biasanya pengamanan tamu-tamu penting VVIP atau ada kunjungan Presiden
keluar kota," ujar Iwan.
Sumber : VIVAnews